TEKNOLOGI-PENGOLAHAN-TANAMAN-OBAT

Teknologi Pengelolahan Tanaman Obat – Bagi para pembaca sekalian sekarang sudah semakincerdas dan  menggalakkan penggunaan tanaman obat karena melihat bahwa tanaman obat memiliki fungsi serta khasiat yang lebih ampuh dibandingkan dengan obat-obatan kimia.

1. Penyortiran

Penyortiran harus segera dilakukan setelah bahan selesai dipanen, terutama untuk komoditas temu-temuan, seperti: kunyit, temulawak, jahe dan kencur. Rimpang yang baik dengan yang busuk harus segera dipisahkan juga tanah, pasir maupun gulma yang menempel harus segera dibersihkan.

Demikian juga untuk tanaman obat yang diambil daunnya maupun herba (Sambiloto, pegagan), setelah dipanen langsung disortir, daun yang busuk, kering maupun gulma lainnya harus segera dipisahkan.

2. Pencucian

Setelah disortir bahan harus segera dicuci sampai bersih jangan dibiarkan tanah berlama-lama menempel pada rimpang karena dapat mempengaruhi mutu bahan. Pada saat kita melakukan pencucian harus menggunakan air bersih, seperti : air dari mata air, sumur atau PAM. Ada berbagai cara pada saat pencucian yang dapat dilakukan dengan cara merendam sambil disikat menggunakan sikat yang halus. Perendaman tidak boleh terlalu lama karena zat-zat tertentu yang terdapat dalam bahan dapat larut dalam air sehingga mutu bahan menurun. Apabila penyakit diperbolehkan karena bahan yang berasal dari rimpang pada umumnya terdapat banyak lekukan sehingga perlu dibantu dengan sikat. Akan tetapi bahan yang berupa daun-daunan cukup dicuci dibak pencucian sampai bersih dan jangan sampai direndam berlama-lama.

3. Penirisan dan Pengeringan

Setelah selesai pencucian rimpang, daun atau herbal ditiriskan dirak-rak pengering. Hal ini dilakukan sampai bahan tidak meneteskan air lagi. Dikarenakan ditemukan hasil pengeringan rimpang dilakukan selama 4-6 hari dan cukup didalam ruangan saja. Kemudian setelah kering rimpang disortir kembali sesuai dengan standar mutu perdagangan atau mungkin dapat diolah lebih lanjut. Khusus untuk rimpang jahe, standar perdagangan dikategorikan sbb: Mutu I : bobot 250 gram rimpang, kulit tidak terkelupas, tidak mengandung benda asing dan tidak berjamur, Mutu II : bobot 150-249 gram rimpang, kulit tidak terkelupas, tidak mengandung benda asing dan tidak berjamur dan Mutu III: bobot lebih kecil, kulit terkelupas maksimum 10%, benda asing maksimum 3% dan kapang maksimum 10%.

4. Penyimpanan

Jika belum diolah bahan dapat dikemas dengan menggunakan jala plastik, kertas maupun karung goni yang terbuat dari bahan yang tidak beracun/tidak bereaksi dengan bahan yang disimpan. Pada saat proses untuk memasukan kedalam sebuah kemasan jangan lupa beri label dan cantumkan nama bahan, bagian tanaman yang digunakan, no/kode produksi, nama / alamat penghasil dan berat bersih. Metode-metode yang sangat perlu untuk diperhatikan untuk ruang penyimpanan, yaitu gudang harus bersih, ventilasi udara cukup baik, tidak bocor, suhu gudang maksimal 30°C, kelembaban udara serendah mungkin 65% dan gudang bebas dari hewan, serangga maupun tikus dll.

5. Pengolahan

Dalam proses pengelolahan tanaman obat perlu diperhatikan teknik pengolahan yang baik karena menyangkut standar mutu. Hal ini ada hubungannya dengan masalah kebersihan maupun bahan aktif.

  a) Pengertian tanaman obat

Tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai obat merupakan segala jenis tumbuh-tumbuhan yang mempunyai khasiat atau kegunaan sebagai obat.

Dikarenakan banyaknya bagian tumbuhan yang bisa digunakan sebagai obat, diantaranya adalah bagian buah, batang, daun, dan akar atau umbi. Dikarenakan sangat pentingnya tanaman-tanaman obat tersebut maka perlu kita mempelajarinya dengan baik sehingga dapat berdaya guna bagi kita.

Dengan adanya perkembangan teknologi dizaman sekarang ini pula, semakin banyak tanaman obat tradisional yang telah bisa dibuktikan khasiatnya secara laboratorium dan dijamin aman untuk dikonsumsi dan bisa menyembuhkan penyakit tanpa menimbulkan efek samping.

b) Teknologi pengolahan obat

1. Penyortiran

2. Pencucian

3. Penirisan dan Pengeringan

4. Penyimpanan

5. Pengolahan

Saran

Bagi para pembaca sekalian sekarang sudah semakincerdas dan  menggalakkan penggunaan tanaman obat karena melihat bahwa tanaman obat memiliki fungsi serta khasiat yang lebih ampuh dibandingkan dengan obat-obatan kimia. Tidak hanya itu saja tanaman ini juga dijadikan sebagai obat yang lebih mudah didapat dan diolah dengan teknologi yang lebih sederhana serta pembudidayaannya juga tidak memerlukan banyak biaya.